Riadf's Blog


Mencegah dan Mengawasi Siswa Bullying
Maret 10, 2011, 4:32 am
Filed under: Tips dan Trik pendidikan

Apa sih pengertian bullying? Akhir-akhir ini sering terdengar istilah bullying. Sebenarnya bullying sudah terjadi sejak dahulu kala. Salah satu jenis bullyingBullying adalah suatu tekanan atau intimidasi dari satu atau serombongan anak/remaja yang dominan terhadap satu atau serombongan anak/remaja yang lebih lemah. yang kasat mata adalah ‘malak’.

Ada juga pakar yang mendefinisikannya sebagai kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri dalam situasi dimana ada hasrat untuk melukai atau manakuti orang atau membuat orang tertekan, trauma / depresi dan tidak berdaya.

Yang paling mudah untuk kita saksikan adalah kejadian dalam acara mapras/ penerimaan murid baru. Para kakak kelas biasanya berlomba galak dan keras terhadap adik-adik kelasnya. Dengan dalih ingin melatih mental dan ketahan diri para adik kelas, kakak-kakak kelas acapkali membentak dan memerintah para juniornya untuk melakukan hal yang aneh-aneh.

Anak-anak yang lebih muda dan merupakan adik-adik kelas ini terpaksa menjadi patuh dan takut pada para seniornya jika ingin selamat serta diterima dilingkungan sekolah.

Kebiasaan mapras atau plonco ini seringkali terbawa hingga ke jenjang usia dewasa. Pengertian bullying tidak berhenti pada konteks dunia sekolah saja, dapat pula terbawa ke dalam budaya kantor/ perusahaan dan bahkan barangkali juga dalam bidang pemerintahan.

Banyak orang muda dan junior yang dianggap masih ‘ijo’ dan tidak tahu apa-apa. Para senior selalu menganggap dirinya lebih berumur, berpengalaman dan juga lebih banyak makan asam garam dibanding mereka yang lebih muda usia.

Keadaan semacam ini sesungguhnya sangat merugikan bagi perkembangan karakter manusia dan menghalangi bertumbuhnya rasa percaya diri kalangan orang muda. Stigma yang menyamakan manusia dengan kelapa, seakan – akan semakin tua semakin bersantan tampaknya perlu dikaji ulang.

Secara logika manusia yang bertumbuh tinggi besar dan menua dari segi fisik. Belum tentu diimbangi dengan pertumbuhan karakter dan kecerdasan yang seimbang. Banyak orang tua yang masih kolot, merasa dirinya paling tahu, paling pintar dan acapkali memaksakan kehendak. Namun tak sedikit pula orang-orang muda yang sabar, bijak, kreatif dan pandai menempatkan diri.

Disini pengertian bullying makin meluas, tidak hanya sebatas dalam makna harafiah saja namun juga mencakup dampaknya bagi masa depan generasi muda. Khususnya anak- anak dan remaja. Menanamkan rasa percaya diri, spontanitas dan keterbukaan sejak dini adalah modal utama untuk membasmi perilaku bullying.

Jika sejak dini anak – anak dan remaja telah memiliki ketahanan mental dan landasan kuat untuk pengembangan karakter, diharapkan pada masa dewasa mereka akan sungguh-sungguh menjadi orang yang bijak dan bukan sekedar mengaku bijak karena dimakan usia.

Bullying perlu diwaspadai sejak dini khususnya oleh para orang tua. Mereka sebaiknya memperhatikan perkembangan jiwa anak-anaknya dengan sungguh-sungguh. Perilaku yang kasar, suka memaksa, berteriak, mengancam dan meremehkan orang lain dapat menjurus untuk menjadi pelaku bullying.

Pasal 54 UU No. 23 Tahun 2002 mengatur: “Anak di dalam dan dilingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman – temannya di dalam sekolah yang bersangkutan atau lembaga pendidikan lainnya”.

Lambat laun anak-anak dengan karakter semacam itu akan mencoba mengintimidasi anak-anak lain khususnya mereka yang lebih muda atau lebih lemah. Perilaku yang terlalu sensitif, penakut, rentan, mudah tertekan dan pendiam juga merupakan sasaran empuk untuk menjadi korban bullying.

Tidak mudah memang untuk meletakkan landasan yang tepat bagi anak-anak dan remaja agar mereka dapat menumbuhkan karakter terbaik yang dapat muncul dari dalam diri mereka. Namun yang pasti hendaknya sejak dini para orang tua mengarahkan anak-anaknya untuk berlaku sopan, menahan diri, mengemukakan pendapat secara terbuka dan mampu memberikan alasan yang masuk diakal.

Jika logika atau nalar anak-anak mengenai hal yang baik dan buruk sudah berjalan dengan sempurna sejak awal, mudah-mudahan mereka akan terlepas dari cengkraman bullying baik sebagai pelaku maupun korban.

Tindakan kekerasan yang dilakukan senior terhadap junior di sekolah bukanlah hal yang baru dalam dunia anak-anak usia sekolah. Kasus kekerasan ini telah lama terjadi di Indonesia, namun luput dari perhatian. Disejumlah negara maju Pusat Krisis untuk kasus semacam ini telah didirikan.

Bullying terbagi menjadi 3 bentuk :

  • Fisik (memukul, menampar, memalak atau meminta paksa yang bukan miliknya, pengeroyokan menjadi eksekutor perintah senior).
  • Verbal (memaki, mengejek, menggosip, membodohkan dan mengkerdilkan).
  • Psikologis (mengintimdasi, mengecilkan, mengabaikan, mendiskriminasikan).

Bullying berdampak menurunkan tes kecerdasan dan kemampuan analisis siswa yang menjadi korban, bahkan sampai berusaha bunuh diri. Bullying juga berhubungan dengan meningkatnya tingkat depresi, agresi, penurunan nilai – nilai akademik dan tindakan bunuh diri. Pelaku bullying berpotensi tumbuh sebagai pelaku kriminal dibanding yang tidak melakukan bullying. Tindakan ini juga masih menjadi masalah tersembunyi yang tidak disadari oleh para pendidik dan orang tua murid.

ada beberapa faktor penyebabseorang anak melakukan bullying :

  • Perilaku feodal (pemaknaan senior / yunior).
  • Puberitas pada masa remaja (pencarian jati diri).
  • Krisis identitas.
  • Kekerasan dalam rumah tangga dan disekolah.
  • Pengawasan perilaku anak yang kurang dari orang tua dan sekolah.
  • Imitasi dari tontonan media yang mengandung unsur kekerasan, seksualitas / pornografi.
  • Fanatisme yang berlebihan.
  • Pendisplinan dengan kekerasan (rumah dan sekolah).

Selain itu ada beberapa tanda anak yang menjadi korban bullying antara lain:

1. Penurunan nilai secara drastis di kelas. Dalam banyak kasus, korban bullying terus merasa takut, cemas atau diteror. Dia lebih fokus akan kapan bullying berikutnya bakal terjadi, bukan pada pelajaran yang disajikan guru. Nilai tugas sekolah dan ujian mulai menurun karena konsentrasi berkurang.

2. Menjadi kasar kepada kakak atau adik. Karena ditindas, banyak siswa SD yang frustrasi dan menjadi kasar pada saudara mereka. Dia akan mulai mengancam, menghancurkan mainan atau gambar saudaranya, atau mendorong.

3. Mengklaim sakit. Jika anak Anda sering memohon agar tidak sekolah, tapi tidak tampak sakit, dia mungkin sedang di- bully. Kalau sikapnya terhadap sekolah adalah negatif, selidiki situasi ini.

4. Luka yang tidak jelas. Walaupun semua anak akan mengalami luka dan memar, namun jika Anda melihat luka pada tubuh Anak dan dia tidak memberitahu bagaimana kejadiannya, ini bisa menjadi tanda bullying.

5. Meminta agar membawa makan siang. Banyak kejadian bullying terjadi pada waktu makan siang. Jika anak dia tidak lagi ingin membeli makan siang atau menuntut jenis makanan tertentu, ini kemungkinan tanda dia dipaksa menyerahkan makan siang atau uangnya untuk pelaku bully.

6. Mood-nya tiba-tiba berubah. Siswa yang menjadi korban bully biasanya mengalami tekanan emosi dan mental. Dia hanya ingin melalui hari dan kembali pulang. Jika sudah berada di rumah, sebagai cara untuk melepaskan stres, emosinya akan naik turun seperti roller coaster.

7. Perubahan waktu tidur atau kebiasaan makan. Trauma karena ditindas menyebabkan anak kehilangan nafsu makan atau sebaliknya, nafsu makan meningkat. Dia juga mengalami susah tidur dan mengalami mimpi buruk.

Untuk itu, kenali tanda-tanda ini dan konsultasikan pada ahlinya untuk melakukan langkah serius. sumber


Tinggalkan sebuah Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.